DBD Bisa Sebabkan Kematian pada Anak, Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya

DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Meskipun DBD bisa mempengaruhi orang dari segala usia, anak-anak lebih rentan terhadap penyakit ini. Jika tidak ditangani dengan baik, DBD dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian pada anak-anak. Berikut ini adalah gejala dan langkah-langkah pencegahan yang dapat membantu mengurangi risiko DBD pada anak:

Gejala DBD pada anak:

  1. Demam tinggi mendadak yang tahan selama 2-7 hari.
  2. Nyeri pada otot dan sendi.
  3. Sakit kepala parah.
  4. Ruam kulit yang mirip dengan campak.
  5. Mual dan muntah.
  6. Nyeri perut yang parah.
  7. Pendarahan dari hidung, gusi, atau kulit yang mudah memar.

Langkah-langkah pencegahan DBD pada anak:

  1. Mengurangi penyebaran nyamuk: Upayakan untuk mengurangi populasi nyamuk di sekitar rumah dengan menghilangkan tempat-tempat yang mungkin menjadi sarang nyamuk, seperti genangan air, potongan-potongan plastik, dan ban bekas. Pasang kawat kasa pada jendela dan pintu untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
  2. Menggunakan kelambu: Pastikan anak tidur di dalam kelambu yang telah diolesi dengan insektisida saat tidur siang atau malam hari, terutama ketika berada di daerah dengan kasus DBD yang tinggi.
  3. Menggunakan pakaian pelindung: Kenakan pakaian yang melindungi kulit sebanyak mungkin, seperti baju berlengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki. Jika mungkin, gunakan pakaian yang telah diimbuhi insektisida.
  4. Menggunakan repelen nyamuk: Gunakan repelen nyamuk yang mengandung DEET, IR3535, atau icaridin pada anak sesuai petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan. Ini membantu melindungi kulit dari gigitan nyamuk.
  5. Menghindari waktu puncak nyamuk: Hindari kegiatan di luar rumah pada waktu-waktu di mana nyamuk Aedes aegypti paling aktif, yaitu saat fajar dan senja.
  6. Memperhatikan kebersihan lingkungan: Jaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dengan menghilangkan tempat-tempat yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk, seperti bak mandi yang jarang digunakan, pot bunga yang mengumpulkan air, dan tumpukan sampah.
  7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak: Berikan anak makanan yang seimbang dan bergizi, berikan ASI eksklusif pada bayi selama enam bulan pertama kehidupan, dan pastikan anak mendapatkan vaksinasi rutin sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh tenaga medis.

Jika Anda mencurigai bahwa anak Anda mengalami gejala DBD

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *